Rekomendasi Gunung Di Malang Yang Bisa Kamu Daki

Rekomendasi Gunung Di Malang Yang Bisa Kamu Daki

Malang yang merupakan sebuah kota berhawa sejuk ini selalu menjadi destinasi favorit wisatawan. Kalau kamu bertanya wisata alam apa yang menarik selain pantainya, sudah pasti jawabannya adalah gunung. Bagi para pendaki, Malang selalu punya tempat sendiri, karena dari kota inilah awal perjalanan menuju ke Mahameru, yang menjadi tanah tertinggi di Pulau Jawa.

Namun, Malang bukan saja punya Mahameru loh, ada beberapa puncak gunung yang bisa kamu sambangi juga. Penasaran? Langsung simak daftarnya di bawah ini yuk!

Gunung Semeru

Pesona Gunung Semeru memang tidak akan akan habis termakan waktu, gunung yang berada di ketinggian 3.676 mdpl ini memiliki pemandangan yang memanjakan mata. Setiap hari ada Batasan pengunjung yang diperbolehkan mendaki, yaitu hanya 300 orang saja dan pendaftarannya pun dilakukan secara online. Dari persyaratan hingga aturan dan pembayaran semua bisa diakses di website resminya. Jadi, kalau kamu ingin mendaki pastikan untuk memenuhi semua persyaratannya dulu ya.

Gunung Panderman

Panderman ini termasuk ke gugusan pegunungan Kawi yang namanya memang sudha terkenal di kalangan para pendaki di Malang maupun Kota Batu. Kalau kamu pendaki pemula, gunung yang satu ini bisa menjadi salah satu solusinya. Ketinggian Panderman berkisar 2.000 mdpl yang puncaknya bisa dicapai dengan waktu 2 sampai 4 jam saja. Tidak perlu menyewa penginapan, karena kamu juga bisa mendirikan tenda di sekitar puncka sambil menikmati pemandangannya pada malam hari.

Gunung Butak

Gunung Butak berdiri kokoh di antara perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar, lokasinya sendiri masih berdekatan dengan pegunungan Kawi. Bersama dengan Kawi dan Panderman, gunung ini juga disebut sebagai rangkaian pegunungan Putri Tidur oleh warga Malang. Berada di ketinggian 2.868 mdpl, Gunung Butak memiliki vegetasi yang cukup lengkap, mulai dari hutan topis sampai hutan lumut. Jangan tanyakan pemandnagan di puncak gunungnya, karena dari sini kamu bisa melihat deretan pegunungan di sekitarnya, seperti Gunung Semeru, Arjuno, hingga Welirang.

Gunung Arjuno

Gunung berapi ini memiliki ketinggian 3.339 mdpl yang termasuk ke dalam salah satu dari tiga gunung tertinggi di Jawa Timur setelah Semeru dan Gunung Raung. Untuk memulai pendakian ke Gunung Arjuno kamu bisa mengawalinya dari Tretes di Kabupaten Pasuruan, ataupun lewat Selecta yang berada di Kota Batu. Gunung Arjuni bukan saja menawarkan keindahan di puncaknya, tapi juga ada beberapa tempat wisata di sekitarnya yang sayang untuk dilewatknya, salah satunya adalah Taman Safari Indonesia 2.

Gunung Welirang

Lokasi gunung satu ini sangat dekat dengan Gunung Arjuno karena lokasinya yang berdampingan. Karena lokasinya yang berdekatan ini pula lah yang membuat banyak mendaki memutuskan untuk melakukan pendakian ke kedua puncak tersebut secara bersamaan. Untuk bisa sampai di puncaknya, kamu bisa memulai petualanganmu dari desa tretes di Kabupaten Pasuruan atau Pacet di Mojokerto.

Gunung Anjasmoro

Gunung Anjasmoro masuk ke dalam tiga wilayah kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kota Batu, Mojokerto, dan Jombang. Puncaknya yang bernama Cemoro Sewu berada di ketinggian 2.277 mdpl, dan memang masih cukup asing di telinga para pendaki. Namun, gunung ini bisa dijadikan alternative untuk kamu yang baru belajar mendaki. Untuk bisa sampai ke puncak, juga terdapat beberapa rute pendakian, yang pertama bisa lewat Kabupaten Malang, dan yang kedua via Wonosalam di Jombang. Tapi kalau kamu suka banget durian, Wonosalam adalah rute yang paling direkomendasikan. Karena kalau sedang musim, kamu bisa menikmati buah eksotis ini disepanjang jalan menuju ke Puncak Cemoro Sewu.

Gunung Pundak

Bagi orang jawa Timur sendiri nama gunung ini masih asing di telinga, namun kalau kamu masih seorang pemula dan belum bisa menempuh pendakian jalur berat, maka Gunung Pundak bisa menjadi pilihannya. Trek yang dimiliki Gunung Pundak ini cukup ringan dan bisa ditempuh dengan waktu singkat. Bukan saja memiliki pemandangan pada savanna, kamu juga bisa mendirikan tenda sembari menunggu matahari terbit.

Gunung Penanggungan

Gunung Berapi bertipe kerucut ini berada di dua kabupaten, yaitu Pasuruan dan Mojokerto. Gunung Penanggungan juga terkenal dengan sejarahnya tentang Kerajaan Majapahit. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa candi umat Hindu dan beberapa situs purbakala yang tersebar di sekitar Gunung Penanggungan. Walaupun cukup berbeda dari kebanyakan gunung lainnya, Penanggungan tetap saja tidak pernah sepi pendaki. Alasannya, destinasi satu ini punya pemandangan cantik yang membuat siapapun pasti jatuh hati. Dengan pendakian selama 3 sampai 4 jam saja, kamu sudah bisa sampai di puncaknya. Jalur pendakiannya pun terbilang ramah bagi pemula.

Itu dia beberapa gunung di sekitar Malang yang bisa kamu datangi saat liburan atau ingin melarikan diri sejenak dari padatnya perkotaan. Biar petualanganmu tidak sepi, ajak juga teman atau sahabat gokilmu untuk sama-sama menciptakan momen pendakian yang tak terlupakan. So, Happy Holiday!

Jelajahi 5 Gunung Di Malang Ini Yuk!

Jelajahi 5 Gunung Di Malang Ini Yuk!

Malang adalah salah satu kota yang menjadi tujuan wisata di Jawa Timur. Dengan lokasi geografisnya dikelilingi oleh pegunungan, tak mengherankan kalau Malang menjadi destinasi bagi para pendaki. Nah, di bawah ini ada beberapa gunung di Malang dan sekitarnya yang bisa kamu jelajahi.

Gunung Arjuno

Walaupun banyak menyiarkan cerita mistis, Gunung Arjuno menawarkan panorama menawan dari berbagai sudutnya. Gunung satu ini berada di sebelah barat laut Kota Malang dengan ketinggiannya mencapai 3339 meter di atas permukaan laut. Biasanya para pecinta alam sering menjadikan gunung ini menjadi lokasi pendidikan dasar. Terdapat 3 jalur pendakian di Gunung Arjuno, yaitu jalur Batu, Tretes, dan Lawang. Tetapi jalur Tretes sudah masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pasuruan, meski begitu, kebanyakan pendaki memiliki jalur Tretes ini. alasannya, jika lewat Tretes bisa sekalian mendaki ke Gunung Welirang, karena persimpangan jalan antara Gunung Arjuno dan Welirang berada di shelter pondokan yang dilewati saat mendari dari jalur Tretes.

Selain itu, jalur Tretes juga memiliki keuntungan bagi pendaki, salah satunya pada tiap shelter terdapat sumber air yang melimpah. Gunung ini memiliki puncak bernama Ogal-agil, yang dulu terdapat batu di bibir kawah yang apabila terkena tiupan angin akan bergoyang. Karena itulah puncaknya dinamai Puncak Ogal-agil.

Gunung Welirang

Lokasinya masih berada dalam satu kawasan dengan Gunung Arjuna, karena itulah banyak pendaki yang langsung meneruskan pendakian di kedua gunung tersebut dalam satu kesempatan. Berbeda dengan Gunung Arjuna yang tidak lagi aktif, gunung setinggi 3156 meter di atas permukaan laut ini adalah gunung berapi aktif yang selalu memuntahkan asap dan cairan belerang.

Banyak juga warga yang berprofesi sebagai penambang belerang yang akan membawa hasil tambangnya ke shelter Pondokan yang sekaligus menjadi tempat tinggal mereka selama beberapa hari selama menambang. Selanjutnya belerang tersebut akan diangkut oleh mobil Jeep yang naik hingga ke shelter Pondokan. Jalur pendakian Tretes ini sendiri sebenarnya merupakan trek mobil Jeep bagi penambang belerang.

Karena itulah tidak heran kalau mendaki ke Puncak Welirang seringkali berpapasan dengan para penambang. Sebagai pendaki, ada baiknya untuk mendahulukan mereka terlebih dahulu, mengingat hasil tambang belerang yang dibawanya sangat berat.

Gunung Panderman

Mungkin masih belum banyak orang yang tahu gunung satu ini, tapi kalau warga Malang pasti tidak asing dengan Gunung Panderman. Gunung ini menjadi tempat pelarian sejenak dari rutinitas sehari-hari. Gunung Panderman masih satu kompleks dengan Pegunungan Kawi, puncak gunung satu ini mempunyai ketinggian 2000 mdpl. Jalurnya dimulai dari Kota Batu, dan membutuhkan sekitar 2 jam pendakian untuk sampai ke puncaknya. Kalau ingin camping, bisa juga kok mendirikan tenda di puncak tau di Latar Ombo yang menjadi satu-satunya shelter di Gunung Panderman.

Gunung Bromo

Kepopuleran gunung satu ini sudah tidak perlu ditanyakan, mungkin Gunung Bromo juga bukan tujuan utama bagi para pendaki. Tapi apa salahnya untuk berkunjung ke salah satu ikon wisata alam di Malang ini. bukan sebuah rahasia lagi kalau Bromo mempunyai kecantikan alam yang luar biasa. Selain wisatawan domestik, banyak juga turis mancanegara yang datang ke Indonesia untuk membuktikan sendiri kecantikan gunung berapi satu ini.

Terdapat 3 jalur yang bisa dipilih untuk menuju ke Bromo, yaitu jalur Tumpang, Nongko Jajar dan yang terakhir jalur Probolinggo. Jalur yang paling dekat dari Malang adalah Jalur Tumpang, tapi kebanyakan wisatawan akan memiliki jalur Nongko Jajar. Hal tersebut dikarenakan akses jalannya yang lebih mudah dan ada satu spot yang tidak bisa dikunjungi saat lewat jalur Tumpang, yaitu Puncak Penanjakan.

Gunung Semeru

Sebagai penutup dari daftar 5 gunung yang bisa dikunjungi saat di Malang adalah Gunung Semeru. Nama gunung satu ini pun sudah pasti dikenal oleh para pendaki, banyak dari mereka yang memiliki impian untuk menginjakkan kaki di Gunung Semeru. Ranu Kumbolo yang disebut sebagai surganya Gunung Semeru mampu membuat siapapun tergoda untuk datang mengunjunginya. Apalagi, Semeru dengan puncaknya yang bernama Mahameru berdiri kokoh di ketinggian 3676 mdpl yang mendapat predikat sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa.

Jalur resmi untuk mendaki Gunung Semeru hanya satu, yaitu lewat Ranu Pani. Untuk menuju ke sana kamu bisa memulai dari Stasiun kota Batu Malang, yang kemudian harus dilanjutkan dengan angkot ke Terminal Arjosari, lalu ke Pasar Tumpang. Dari Pasar Tumpang ini kamu bisa menyewa angkot untuk menuju ke Rest Area, dan terakhir menyewa Jeep untuk mengantar ke Ranu Pani.

Itulah lima gunung di Malang yang bisa menjadi tujuan mendakimu selanjutnya. Sekarang kamu lebih tahu kan kalau di Malang bukan hanya ada tempat outbound di Batu seperti acoban-coban saja. Kota ini juga punya deretan gunung yang siap membuatmu berkesan. Kamu punya daftar gunung yang ingin segera dijelajahi? Share di sini yuk.